Wednesday, January 6, 2010

Ramalan Bintang Jumat Kliwon

Ramalan Bintang jumat kliwon yang sering menjadi malam yang cukup mencekam serta gak ditakuti orang yang merasa resah pada malam jumat kliwon tersebut. Kita bisa membaca masalah tentang malam jumat kliwon itu.MALAM pergantian Tahun Baru Sura yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon kali ini, mempunyai makna yang berbeda. Bagi masyarakat tradisional Jawa, hari Jumat Kliwon itu memiliki makna khusus. Begitu pula dengan malam 1 Sura. Jika kedua unsur tersebut bertemu, dipercaya makna spiritual yang terkandung menjadi berlipat.

Bagi kalangan masyarakat yang mendalami spiritual Jawa malam 1 Sura memiliki kekuatan magis, demikian juga dengan malam Jumat Kliwon. Namun peristiwa ini apakah hanya peristiwa alam biasa, ataukah mengandung makna?

Dari penelusuran Wawasan, sebagian kalangan mempercayai pertemuan dua unsur sakral ini akan berdampak pada tingkah laku manusia serta keberlangsungan bangsa Indonesia ke depan. Terlebih fenomena ini merupakan siklus yang selalu berulang setiap beberapa tahun sekali.

Asisten pribadi Sri Paku Buwono (PB) XIII, KRAT Kunto Djojo Adinegoro, me-ngatakan bahwa bagi orang Jawa setiap tanggal memiliki watak sendiri-sendiri. Boleh jadi, keistimewaan Malam 1 Sura Dal 1943 Windu Kuntara itu, bertepatan dengan malam Jumat Kliwon karena peristiwa itu akan terjadi sewindu atau delapan tahun sekali.

”Watak dari hari itu adalah Wasesa Segara. Ini mengandung makna banyak memberi ampun, luas budinya dan memuat segala hujatan. Sehingga tahun depan ini masih ada guncangan di sini,” ujar kunto Djojo Adinegoro.

Dia menambahkan, tahun baru Jawa yang jatuh pada malam Jumat Kliwon, malam 1 Sura tahun Dal 1943, atau hari Kamis Wage malam Jumat Kliwon tanggal 17 Desember 2009. Berdasarkan primbon Jawa jatuhnya tanggal tepat pada Jumat Kliwon mempunyai hitungan neptu hari dan pasaran 14 adalah : "lintang kang lumaku mangidul marang geni" (bintang yang berjalan ke selatan menuju api). Dari sini yang membuat memprihatinkan adalah menuju ke api tersebut.

Ramalan
Api merupakan cikal bakal terjadinya setan dan iblis. Jadi kalau berdasarkan ramalan adalah mendekati api berarti akan mendekati keangkaramurkaan. Dari hasil terawangan [gooclinic], prediksi untuk tahun depan adalah watake akeh wong suwala rebut bener, akeh pitenah lan apus-apus (bersifat banyak orang bertengkar merebutkan kebenaran, banyak fitnah dan kebohongan).

Ahli spiritual Jawa ini bahkan secara eksplisit menyebutkan keterkaitan pergantian tahun ini dengan pemimpin RI. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai weton yang sama dengan hari itu, prediksinya jika SBY mampu melewati dengan kesabaran maka Indonesia akan tenang dan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

KRAT Kunto mengatakan, khususnya di Indonesia, sebenarnya kejadian seperti pernyataan di atas sudah terjadi di negara tercinta kita ini. Adanya singgungan antara KPK, Polri, Kejagung, bahkan yang masih panas adalah hak angket bank Century di mana kasus penyelewengan uangnya mencapai Rp 6.7 triliun.

Sungguh, lanjut dia, jumlah yang fantastis untuk ukuran bank sekelas Century. Yang jelas nanti banyak orang justru akan mencari kebenaran namun kebenaran di sini adalah kebenaran menurut diri pribadi masing-masing bukan kebenaran menurut pada umumnya dengan menghalalkan segala cara termasuk memfitnah dan berbohong, tambah dia lagi.

Namun semua itu nanti akhirnya akan kelihatan mana yang memang benar dan yang salah. Dia mengungungkapkan, api tidak bisa kita buat sahabat. Meskipun tiap hari kita perlu api. Kita hanya gunakan api untuk keperluan saja tapi bukan untuk permainan. Karena api merupakan sifat keangkaramurkaan, ujar dia.

Dia menyarankan, untuk menjauhi semua itu adalah dengan jalan selalu eling lan waspada (selalu ingat dan waspada) karena dengan ini akan selalu ingat kepada sang Maha Pencipta Gusti Allah Kang Hakarya Jagad.

Sementara menurut guru besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB UGM) Prof Dr Timbul Haryono belum berani menjelaskan secara gamblang mengenai apa yang akan terjadi berkaitan dengan fenomena ini. Kendati demikian ia berpendapat bahwa malam pergantian tahun merupakan pergantian waktu yang cukup sakral. Apalagi jika dilihatnya dari sisi tradisi budaya Jawa. Timbul Haryono mengingatkan pada masyarakat Indonesia untuk berhati-hati.

"Masyarakat perlu mawas diri secara lebih mendalam mengingat berbagai gejolak kecil yang terjadi belakangan ini. Pokoknya, siapa pun, baik itu elit maupun masyarakat secara keseluruhan harus lebih kontemplatif guna menjaga kondisi nasional agar tetap kondusif.

"Harus hati-hati dalam segala hal, segala aspek. Dan ini berlaku bagi siapa saja, dari kalangan mana pun," ujarnya. Pada malam pergantian tahun Jawa ini sejak berpuluh tahun lalu selalu dibarengi dengan ritual-ritual yang dipercaya akan membawa berkah. Bagaimana bentuk ritual dan tradisi-tradisi yang diadakan di beberapa tempat di Jawa Tengah akan diurai pada edisi kedua.

No comments:

Post a Comment